Sabtu, 05 Juli 2014

2 RUANG PEJABAT PEMERINTAHAN

Sewaktu saya pergi ke masjid kemarin untuk sholat maghrib, saya dibuat terkaget-kaget sekaligus mengucapkan Alhamdulillah, mengapa tidak, masjid yang biasa nya hanyalah di isi paling banyak 2 shaft, hari kemarin sampai penuh jama'ah, , , 

Sebenernya seneng sih liat masjid rame jama'ah seperti itu, tapi sedih juga karena penuhnya kemarin itu adalah karena adanya kedatangan pejabat daerah yang sedang melakukan program convoi ramadhan keliling ke tiap-tiap daerah yang dipimpinnya. 

Disaat shalat maghrib, saya penasaran dengan sosok pejabat daerah tersebut, tapi setelah tengak-tengok ternyata orang nya gak ada (mungkin masih buka puasa, , , hehehe), acara nya pun berlangsung dengan melakukan taraweh bersama, dan ketika itulah saya melihat sosok pejabat daerah tersebut. 

Ternyata benarlah dugaan saya, ternyata seorang pemimpin pemerintahan memiliki 2 ruang yang berbeda, karena dia harus mengkondisikan diri di saat aktifitas nya di amati (klo istilah sekarang mah pencitraan) yang dimana dia harus bersikap sebagai pelayan masyarakat, disamping itu dia juga punya sisi lain dimana aktifitas nya yang tidak di amati dia bagaikan raja yang harus di hormati sedemikian rupa oleh orang-orang di sekitarnya. 

Itulah Indonesia beserta Karyawannya. . .  

Kamis, 03 Juli 2014

KENETRALAN DAN KEBERPIHAKAN BANGSA ASING TERHADAP INDONESIA

Pada tanggal 2 Juli Agustus kemarin, salah satu tim capres no urut 1 menggelar acara konser gratis dengan mendatangkan salah satu penyanyi terbaik dari swedia yaitu Maher Zain, tidak heran sih kalau kenapa Maher Zain yang sengaja didatangkan oleh team pemenangan tersebut, karena sebagian besar anggota koalisi nya merupakan partai islam.

Sebelum digelar nya konser tersebut, penyelenggara menggelar jumpa fans denga artis asala Swedia tersebut, ada moment yang menurut saya harus di apreasiasi oleh kita semua, yaitu sikap kenetralan seorang warga negara lain di saat dia di instruksikan melakukan sedikit peragaan kampanye berkepihakan, dia tidak mau melakukan itu, dan dia malah justru memberikan pesan moral yang baik dengan mengucapkan siapa pun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. “Saya sayang Indonesia,” seperti yang dikutip di dalam http://www.tempo.co/read/news/2014/07/03/112590056/Konser-Maher-Zain-Membawa-Kesejukan

Tapi lain cerita dengan yang terjadi belakangan pada pesta demokrasi di negeri ini yang menurut saya sudah berlebihan, bayangkan saja media indonesia sampai mengadakan wawancara exclusive dengan pihak asing yang mengaku kepeduliaan nya terhadap Indonesia, dia tidak mau melihat Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang melakukan kekerasan di Indonesia. menurut saya itu adalah omong kosong, bagaimana tidak? Bangsa mereka memiliki investasi terbesar di Indonesia. Mereka takut bila yang memenangkan pesta demokrasi di Indonesia adalah orang yang memiliki Visi dan Misi yang berkepihakan kepada rakyat nya.

Saya tidak paham, kenapa bangsa ini gampang sekali terpropokasi pihak luar? Saya berharap siapa pun yang terpilih nanti akan membawa Indonesia dan rakyat nya lebih sejahtera dan tidak menjadi antek-antek negara lain yang mempunyai niat menguasai negeri ini.